Refleksi Motivasi dan Merdeka Belajar dari Program seri Semangat Guru 2. Pernahkah mengalami tekanan? Bekal dasar menjadi seorang pendidik Merdeka Belajar tentunya adalah motivasi dalam diri

Salam sejahtera untuk kita semua dan semoga Ibu/Bapak guru hebat di manapun berada dalam keadaan selamat dan bahagia. Kali ini saya akan berbagi tentang refleksi motivasi dan Merdeka belajar saya peroleh dari program seri semangat Guru 2 yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK Kemendikbud.

Pernahkah Bapak dan Ibu guru merasa terbebani dengan kegiatan belajar mengajar disekolah?

Pernahkah Bapak dan Ibu merasa emosi saat menghadapi karakter peserta didik yang sangat beragam?

Yaps, Guru merupakan profesi yang bisa dikategorikan penuh dengan tekanan lebih sering lagi Ibu dan Bapak guru banyak yang mengalami stres. Mengapa demikian?

Banyak hal yang menyebabkan Ibu dan Bapak Guru merasa stress. Mulai dari tentunya yang kita hadapi itu adalah peserta didik yang mempunyai karakteristik beragam yang kadang-kadang jail dengan Ibu dan Bapak Guru, membuat kita jengkel, kadang berbicara tidak sopan. ya itulah karakteristik anak-anak.

Selain itu, perubahan yang begitu cepat saat ini tentunya menuntut Ibu dan Bapak guru harus beradaptasi dengan perubahan. Kurikulum yang saat ini mengalami perubahan tentunya membuat Ibu dan bapak guru harus ekstra. Belajar lagi tentang implementasi kurikulum, ditambah penggunaan teknologi yang saat ini harus diterapkan karena generasi yang kita hadapi adalah generasi digital native.

Dampak Stress pada Guru

Akibatnya apa dari stres yang dialami Ibu dan Bapak Guru?

  1. Menderita Mengajar
    Pertama tentunya ketika Bapak dan Ibu mengajar di sekolah, mengalami penderitaan yang bisa dibilang menderita dalam mengajar. Stres membuat ibu dan bapak guru menjadi lebih mudah marah, bersikap emosional, panik ketika ada tantangan, tekanan dalam belajar hal-hal baru, dan pada ujungnya mengalami berbagai penyakit fisik.
  2. Menderita Belajar
    Siapa yang menderita belajar? lebih jauh lagi tentunya stres pada guru akan berdampak pada murid-murid kita. Murid kita pun mengalami penderitaan dalam belajar. Merasa tidak berdaya. Murid jadi merasa tidak aman dan tidak mudah memahami apa yang kita sampaikan. Pada akhirnya murid pun tidak semuanya bisa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Motivasi dan Hirarki Maslow

Berbekal dari itulah Bapak dan Ibu, tentunya kita sebagai pendidik harus mempunyai motivasi diri. Bekal dasar menjadi seorang pendidik Merdeka Belajar tentunya adalah motivasi dalam diri.

Motivasi disini menyangkut sejauh mana kita bisa menjatuhkan pilihan terhadap tujuan yang ingin kita capai dan bagaimana upaya yang bisa kita lakukan demi meraih tujuan itu.

Motivasi dalam diri setiap individu tentunya dipengaruhi oleh tingkat kebutuhannya. Manusia memiliki tingkat kebutuhan yang berkembang mulai dari kebutuhan fisik terus hingga sampai dengan kebutuhan kondisi pencapaian yang paling atas. Menurut Abraham Maslow, perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh motivasi. Hal ini menyebabkan Maslow menganjurkan sebuah teori motivasi dengan tujuan untuk mengarahkan perilaku manusia agar bisa diarahkan untuk mencapai tujuan. Melalui motivasi, manusia bisa diarahkan untuk kebutuhan tertentu.

Teori Kebutuhan maslow Sumber: https://bejanakehidupan.com/tingkat-kebutuhan-manusia-2/↝

Seseorang tidak akan termotivasi dan tidak akan mampu memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi sebelum kebutuhan yang berada di pondasi dasar itu terpenuhi. Rasa merdeka yang tercakup dalam rasa aman merupakan suatu kebutuhan setelah kebutuhan fisik terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan rasa aman ini menjadi syarat untuk pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang. Demikian seterusnya rantai kebutuhan individu berdasarkan Hirarki Maslow.

Demikian pula di dalam dunia pendidikan, keluasaan dan kemerdekaan berpikir sesungguhnya merupakan kebutuhan bagi guru maupun peserta didik. Selanjutnya apa yang bisa kita lakukan sebagai guru untuk meningkatkan motivasi diri.

Tips Meningkatkan Motivasi Diri

  1. Tetapkan dan tulis tujuan atau target.
    Tetapkan dan tulis tujuan atau target yang ingindcapai secara spesifik dan realistis.
  2. Susun rencana dengan baik dan terarah
    Pertahankan rutinitas yang sudah dibangun. Saat merasa jenuh, beralihlah sejenak dari rutinitas.
  3. Selalu bersikaplah positif.
    Selallu bersikap positif. Penuhi hati dengan rasa bersyukur dan jangan selalu membandingkan diri kita dengan orang lain. Buang segala pikiran negatif yang ada di dalam diri
  4. beri apresiasi pada diri
    Berikanlah apresiasi pada diri kita sendiri

Demikian tentang motivasi dan merdeka belajar. Guru yang termotivasi akan menciptakan Merdeka belajar, dengan Merdeka belajar kita akan tangguh di dalam menghadapi kesulitan saat ini.