Kuliah umum PembaTIK 2022 kembali di gelar oleh Pusdatin, Kemendikbudristek. Perkembangan teknologi informasi akan melahirkan berbagai teknologi baru yang mengubah ekosistem pendidikan dan pembelajaran manusia. Kita harus paham bahwa cepat atau lambat, suka atau tidak suka, ekosistem akan sampai sampai ke metaverse

Kuliah umum PembaTIK 2022 kembali di gelar oleh Pusat Data dan Informasi, Kemendikbudristek. Kegiatan ini dilakukan secara daring untuk membekali peserta PembaTIK yang telah lolos ke level 4 berbagi dan berkolaborasi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Oktober 2022. Di dalam pembekalan tersebut peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten dalam bidang TIK yakni materi tentang Kolaborasi dan Transformasi Guru dalam Ekosistem Digital yang disampaikan oleh Prof. Eko Indrajit dan materi Komunitas Belajar dan Pelatihan Mandiri oleh Hairun Nissa.

Sebagai informasi Program PembaTIK atau Pembelajaran Berbasis TIK telah berjalan mulai tahun 2017 yang diinisiasi oleh Pusdatin Kemendikbudristek. Program PembaTIK dimulai pada bulan Juni diikuti oleh 29.539 guru yang telah mengikuti seleksi secara berjenjang (levelling) dimulai dari Level 1: Literasi, Level 2: Implementasi, Level 3: Kreasi, hingga Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi. Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi diikuti oleh 30 peserta terpilih terbaik yang telah lolos seleksi Level 1, 2, dan 3 dari berbagai provinsi di Indonesia, untuk selanjutnya akan dibekali kompetensi berbagi dan berkolaborasi dalam penerapan pembelajaran berbasis TIK melalui berbagai kanal media pada tanggal 11 – 31 Oktober 2022.

Dalam Kuliah umum hari pertama ini, Ir. Suharti, Ph.D. (Sekjen Kemendikbudristek) mendorong adanya kontribusi nyata dari para peserta PembaTIK Level 4 Berbagi dan Berkolaborasi melalui pemanfaatan Rumah Belajar dan platform teknologi yang telah dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Beliau menyampaikan bahwa peserta PembaTIK Level 4 ini merupakan calon Duta Teknologi Nasional yang kiranya melalui kuliah umum ini dapat meningkatkan kemampuan untuk berbagi karya yang dimiliki baik melalui tulisan, media pembelajaran, dan video yang dapat bagikan melalui media sosial masing-masing.

Paparan Ir Suharti

Senada dengan itu, Kepala Pusdatin Muhammad Hasan Chabibie, mengatakan bahwa situasi pandemi di 2 tahun terakhir menjadi pengalaman yang mengajarkan bahwasanya peran teknologi menjadi penting dan sebuah keniscayaan. Melalui tema yang diusung di Kuliah Umum Level 4 yakni Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar kiranya dapat menjadi ruang saling berbagi ilmu dan pengetahuan di bidang teknologi pembelajaran yang akan diimplementasikan di unit kerja masing-masing. Selain itu, jika disandingkan dengan optimalisasi Kurikulum Merdeka harapannya akan menjadi sarana untuk melakukan lompatan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di masa mendatang.

Kapusdatin

Metaverse dalam dunia pendidikan oleh prof. Richard Eko Indrajit

Sebagai narasumber yang pertama yaitu Prof. Richard Eko Indrajid (Tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika). Beliau mengatakan bahwa dunia pendidikan perlu bersiap menghadapi era metaverse mengingat perkembangan zaman yang semakin modern dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Perkembangan teknologi informasi akan melahirkan berbagai teknologi baru yang mengubah ekosistem pendidikan dan pembelajaran manusia. Kita harus paham bahwa cepat atau lambat, suka atau tidak suka, ekosistem akan sampai sampai ke situ (metaverse). prof Indrajit Zuckerberg mengatakan bahwa setelah media sosial, setelah internet yang akan hadir dalam kehidupan manusia adalah dunia virtual, dimana untuk bisa masuk ke situ membutuhkan perangkat atau device. Dan teknologi yang berada di belakang itu adalah Virtual dan Augmented Reality.

Kehadiran Metaverse ini akan membawa beberapa dampak diantaranya

  1. alam semesta akan kembali menjadi sekolah yang holistik dan kontekstual
  2. interaksi dan komunikasi jarak jauh semakin menarik dan menyenangkan
  3. eksperimen dan eksplorasi ilmu bersifat tidak terbatas dan menyeluruh
  4. Dunia dapat dihadiri oleh siapa saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu
  5. belajar untuk mencipta dapat dilakukan sendiri dan sesegera mungkin
  6. laboratorium hidup menjadi tulang punggung pengembangan kompetensi
  7. sekolah virtual akan bertebaran di mana-mana dengan beragam bentuk
  8. bentuk dan sumber belajar akan mengalami revolusi besar-besaran
  9. pendidik virtual berbasis kecerdasan afisial akan banyak bertebaran
  10. model evaluasi pembelajaran menjadi sangat bervariasi dan unik

Untuk itu mari kita selalu upgrade kemampuan kita untuk menghadapi perkembangan yang semakin cepat ini.

Tayangan ulang Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Berbagi dan Berkolaborasi hari pertama ini dapat disaksikan melalui:

Kanal Youtube Rumah Belajar,

https://youtu.be/ggYQTT794Go↝

Kanal Youtube Kemendikbud RI,

https://youtu.be/ZVXCgJsIEMA↝

Sumber: Pusdatin Kemendikbud↝